JALUR MASUK HINDU-BUDHA DI INDONESIA

Pengaruh Hindu-Buddha masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan dan dibawa oleh pedagang dan pendeta yang berasal dari India dan Tiongkok. Masuknya pengaruh Hindu-Buddha melalui dua jenis jalur perdagangan yaitu jalur darat dan jalur laut.




1. Jalur Darat

Jalur darat menjadi jalur dibawanya Hindu-Buddha ke Indonesia, sehingga ketika di Indonesia terjadi akulturasi budaya. Jalur darat ini dibuat oleh para pedagang melalui rute jalur sutra. Rute jalur ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu rute jalur sutra utara dan rute jalur sutra selatan.

Rute jalur sutra utara dimulai dari India menuju ke Tibet, kemudian mengarah ke utara hingga sampai di Tiongkok, Korea, dan Jepang.

Sementara itu, rute jalur sutra dimulai dari India Utara menuju ke Bangladesh, kemudian mengarah ke Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya, dan mengarah ke Indonesia.

2. Jalur Laut

Selain lewat jalur darat, penyebaran Hindu-Buddha melalui jalur laut. Jalur laut ini sangat identik dengan rombongan kapal pedagang dan biasanya rute perjalanan jalur laut dimulai dari India, kemudian ke Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya, dan pemberhentian terakhir di wilayah Indonesia.

Diantara mereka ada pula yang langsung berlayar ke Nusantara pada saat bertiupnya angin muson barat.

Jenis Angin Muson
1. Angin Muson Barat. Angin muson barat berhembus pada setengah tahun terakhir, yakni pada bulan Oktober hingga bulan April.
Pergerakan angin muson barat akan melewati perairan yang luas. seperti Laut China Selatan dan Samudra Hindia sehingga mengandung banyak uap air dan menyebabkan Indonesia mengalami musim hujan.
2. Angin Muson Timur. Angin muson timur terjadi antara pada setengah tahun pertama, yaitu bulan April sampai Oktober.                                                                               
 Angin Musim Timur/Angin Muson Timur adalah angin yang mengalir dari Benua Australia (musim dingin) ke Benua Asia (musim panas) sedikit curah hujan (kemarau) di Indonesia bagian Timur karena angin melewati celah- celah sempit dan berbagai gurun (Gibson, Australia Besar, dan Victoria).

Komentar